sekarang ini lazim disebut sebagai ILMU ALAM dan ILMU SOSIAL. Setidaknya itulah yang selalu terlintas dibenak siswa yang duduk di kelas satu SMA. Maklum begitu menginjak kelas 2 SMA (XI SMA.red) penjurusan sesuai minat dan bakat para siswa dimulai dan sedikit banyaknya menentukan masa depan generasi bangsa.
Percaya atau tidak ? asumsi yang sangat melekat di masyarakat INDONESIA, entah apakah di luar sana sama kayak kita ato tidak yang pasti semua orang tentunya membanggakan dan meninggikan jurusan IPA. Tanya kenapa ? jawabannya ada di sekeliling anda !!!
Okeh... bukan itu yang akan basyenk bahas dalam postingan kali ini. Melainkan, ane mo ngebuang unek-unek yang selalu lekat dalam benak ane.

Dimulai dari penelusuran aspek Ilmu Pengetahuan Alam. Seperti yang kita ketahui, ada banyak ilmu yang akan dikembangkan dari aspek ini. Secara umum seperti Biologi, Fisika dan Kimia. Setidaknya itulah yang acapkali kita temui di sebuah kurikulum pendidikan. Secara garis baris besar memang itulah yang kita pandang, belum lagi ditambah mata pembelajaran atau cabang-cabang ilmu dari ketiga mata pelajaran tersebut. Dibalik yang namanya biologi, tentu diantara kalian ada yang tahu tentang Anatomi, Botani, Ekologi, dan banyak 'ogi' yang laen. Selanjutnya ane sarankan untuk mengklik disini untuk referensi lebih lanjut, soalnya terlalu panjang nantinya ane akan menjabarkan dan lagi-lagi bukan itu yang akan dibahas sini :P.
Menurut wikipedia Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Alam dapat diartikan sebagai suatu istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pokok pembelajaran dalam bidang ini meliputi sesuatu yang berhubungan dengan alam saja.

Seep.. berlanjut kita ke Ilmu Pengetahuan Sosial atau Ilmu Sosial. Seperti halnya ilmu alam, ilmu sosial juga terdiri dari berbagai cabang-cabang ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Akuntasi, Ekonomi, dan lain sebagainya. Ditinjau dari pengertiannya, ilmu sosial dapat diartikan sebagai sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Dengan demikian dapat pula kita ambil kesimpulan bahwa cabang ilmu ini hanya memusatkan pokok bahasannya terhadap kehidupan sosial.
Lantas, mengapa sebagian para siswa selalu mengunggulkan IPA ketimbang IPS ? (ada juga loh yang berpendapat sebagiannya.red)
Setelah ane cari dari unek-unek temen-temen ane bisa disimpulkan bahwa :
1. IPA itu enak loh, kalo masuk ke perguruan tinggi kita bisa pilih dua bidang. Satu IPA tentunya dan satu lagi IPS.
2. Wuieeh IPA. Udah denger tu kata bikin ngiler, bisa jadi doyanan anak perempuan ne coz biasanya anak IPA pinter-pinter.
3. Waaaaaaahh gua mo jadi ilmuan nee.
4. eeeh dimana2 yang kerenan ntu IPA dunk.
3. Ogah ah masuk IPS, biasanya anak2 IPS pada bandel semua.
hmmmmmmm..... ane sering banget tu denger tertimonial dari anak2 SMA kayak gitu, walopun banyak juga memiliki alasan tersendiri mengapa demikian. Tanyak pada diri agan sendiri !!!
Nomor 1 masuk akal tuch, kita bisa pilih dua pilihan. Satu IPA dan satu lagi IPS, asumsinya gini misalkan ada anak IPA mo kuliah terus dianya pengen ambil jurusan Akuntansi. Itu pan cross jurusan yaak, naah jawabnya adalah bisa. Entah apa alasannya, tanyakan saja pada pihak yang berwajib. Nah sebaliknya, seandainya ada anak IPS mo kuliah pengen ambil jurusan KEDOKTERAN. Tentunya ga bisa kan ??? tanya kenapa ??? ane ga bisa jawabnya.
Okeh deh, jadi untuk alasan nomor satu masuk akal. Namun disini ane tekankan dalam pemilihan jurusan IPA atau IPS, menurut ane pribadi ne : 'Sebenernya ga ada yang dilebihkan dan yang dikurangkan. Keduanya berjalan lurusan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing".
Teoritis sederhananya adalah, jika anak IPA mempelajari Biologi eeh anak IPS kagak. Jika anak IPS belajar Ekonomi eeh anak IPA kagak. Tentunya dari segi pembelajaran cukup terbagi dan sama rata sesuai keahlian masing-masing. Semuanya hidup sejalan.
Pemilihan jurusan tentunya berimbas pada pekerjaan dan sejatinya itulah yang menjadi tujuan utama para siswa memilih sesuai minat dan bakatnya. Lagi-lagi opini yang berkembang selalu menganak emaskan anak IPA dimana anak IPA senantiasa SUKSES. Padahal keputusannya belum tentu.
Dalam dunia pekerjaan ini mulai terkembang dan terlihat skill dari masing-masing individu.
Menurut ane ne gan.. orang yang berkecimpung di dunia "Ilmu Alam" jalan pikirannya adalah satu tujuan dan bersifat Descending. Pengurutan jalan pikirannya mulai dari sesuatu yang besar menuju yang terkecil. Jadi pikirannya hanya terfokus pada pokok permasalahan yang ada dan tidak bercabang. Berbeda dengan orang-orang yang berkecimpung di 'Ilmu Sosial' mereka memiliki jalan pikiran yang bersifat Ascending, pengurutan yang dimulai dari sesuatu yang kecil menuju yang terbesar. Pengaplikasiannya terlihat dari jalan pikiran seorang manajer. Melihat permasalahan yang ada di perusahaannya. Seorang manajer ato apalah tentunya memiliki jalan pikiran yang bercabang dan banyak yang akan dipikirkan. Mulai dari keuangan, sisi manajemen, personalia, dan lain sebagainya.
Pada intinya diantara IPA dan IPS tidak ada yang dianak bawangkan. Semuanya berjalan sesuai dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Maaf kalo penyampaiannya ga masuk akal dan sedikit belepotan. Mari hapuskan PEMIKIRAN yang selalu menganak bawangkan diantara keduanya !!




